Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia
https://ojs.journals.id/index.php/jishi
<p><strong>Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia (JISHI)</strong> merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah dari Dosen, Peneliti, dan Praktisi dari seluruh Indonesia .<strong>Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia (JISHI)</strong> terbit 4 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. JISHI terdaftar di LIPI dengan P-ISSN 2797-3999 dan E-ISSN 2797-4561. JISHI telah terakreditasi<strong> SINTA 3</strong> oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Berdasarkan SK Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026<span class="fontstyle0">. </span>SK Akreditasi dapat di unduh <a title="SK Akreditasi" href="https://drive.google.com/drive/folders/1zB6aOGo0pXBx8I9Tj6OAxxCmfnFaPbdn?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">disini</a>.</p> <p><strong>Informasi Jurnal</strong><br />Nama : Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia<br />Nama Pendek : JISHI<br />Kependekan : <em>Jur. Ilmu Sos. Hum. Indonesia</em> (JISHI)<br />Frekuensi Terbit : 4 edisi setiap tahun (Februari, Mei, Agustus, dan November)<br />DOI : 10.52436/1.jishi.idpaper<br />P-ISSN : 2797-3999<br />e-ISSN : 2797-4561<br />Author Fees / APC : Rp. 1000.000,00 (satu juta rupiah)<br />Scope : Ilmu Sosial dan Humaniora</p>CV Infinite Corporationid-IDJurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia2797-3999Pandangan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak: Studi Sosiologi Pendidikan di Desa Enu Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/379
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan orang tua pada pendidikan anak di Desa Enu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri atas orang tua, tokoh masyarkat, dan pihak yang memahami kondisi pendidikan anak di Desa Enu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Teori interaksionisme simbolik digunakan dalam penelitian ini, untuk menggali makna subjektif yang dibentuk oleh interaksi sosial, serta realitas yang dikonstruksikan oleh keluarga miskin terkait pendidikan anak-anak mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak orang tua yang tidak mengutamakan pendidikan dan lebih memilih anak-anak mereka untuk bekerja di kebun dari pada sekolah. Pendidikan dalam konteks keluarga miskin lebih dimaknai sebagai beban ekonomi ketimbang sebagai investasi sosial. Tingkat pendidikan orang tua yang rendah dan orang tua yang tidak pernah mengeyam pendidikan formal cenderung tidak menyadari pentingnya pendidikan dalam meningkatan kesejateraan masa depan anak mereka. Mereka lebih melihat keberhasilan dalam bentuk kerja keras di kebun daripada melalui pendidikan yang hasilnya baru dilihat dalam jangka panjang. Temuan ini juga menunjukkan adanya pewarisan nilai dan persepsi negatif terhadap pendidikan formal yang dibentuk dari pengalaman hidup orang tua yang sebelumnya juga tidak menyelesaikan sekolah. Fenomena ini mencerminkan proses reproduksi sosial yang memperkuat ketimpangan pendidikan di pedesaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perlunya untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat mengenai pentingnya Pendidikan melalui kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan Masyarakat dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak.</em></p>Siti Raodha MuttalibAlimudin AlimudinInda Khairunnisa
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-292026-07-2961838910.52436/1.jishi.379Rasa Syukur Terhadap Mahasiswa
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/525
<p><em>Mahasiswa menghadapi berbagai tekanan akademik dan tuntutan kehidupan modern yang berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis, sehingga keberadaan faktor protektif internal seperti rasa syukur menjadi penting. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta mengevaluasi validitas dan reliabilitas instrumen pengukuran rasa syukur pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 332 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Instrumen disusun berdasarkan tiga dimensi rasa syukur, yaitu persepsi kelimpahan, kemampuan menghargai pengalaman sederhana, dan apresiasi terhadap orang lain. Validitas isi dianalisis menggunakan koefisien Aiken’s V, sedangkan validitas konstruk diuji melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan perangkat lunak Jamovi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model akhir memenuhi kriteria goodness of fit dan menghasilkan 30 butir pernyataan yang valid. Uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,843 yang menunjukkan konsistensi internal tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas psikometrik yang memadai dan layak digunakan dalam penelitian maupun asesmen psikologis. Secara praktis, instrumen ini dapat dimanfaatkan oleh konselor perguruan tinggi, dosen pembimbing akademik, dan praktisi pendidikan untuk mengidentifikasi tingkat rasa syukur mahasiswa serta mendukung penyusunan program peningkatan kesejahteraan psikologis di lingkungan perguruan tinggi.</em></p>Audy IkhsanHamka HamkaAlifia ElvaraSanti SantiMutia AzzahraMuhammad Rifqi FebrianHelda Alifiana
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-2361162410.52436/1.jishi.525Analisis Strategi Konten Media Online dalam Meraih Engagement di Tengah Maraknya Artificial Intelligent (AI)
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/578
<p><em>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI) tidak hanya membuat pekerjaan jurnalis lebih mudah, namun juga mengancam keberlangsungan media, terutama media online (website). Ringkasan-ringkasan yang disajikan AI menjadi pesaing media online karena menyerap trafik media online. Pembaca lebih menyukai membuka informasi di AI Overview Google dibandingkan membuka link berita di media online. Hal ini beralasan karena fitur AI Overview memungkinkan mesin pencari (search engine) Google menampilkan ringkasan otomatis di bagian paling atas hasil pencarian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi media online dalam meraih engagement di tengah masifnya kecerdasan buatan (AI) terutama AI Overview Google. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif yang dilakukan dengan wawancara dan analisis konten terhadap tiga situs berita terbesar di Indonesia saat ini yakni Kompas.com, Detik.com dan Tribunnews.com. Hasil penelitian menunjukkan strategi konten media massa ini dilakukan untuk mengambil celah yang tidak bisa dilakukan AI secara optimal. Strategi konten itu di antaranya, membuat poin per poin berita, artikel panjang dengan anak berita, menambahkan multimedia (gambar, video, infografis) ke dalam berita, dan melakukan update cepat di setiap berita. Dengan strategi konten ini diharapkan media online tetap bisa menjadi rujukan pembaca dan mendapatkan pageview sebanyak-banyaknya.</em></p>Musahadah MusahadahJulyanto Ekantoro
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-2361354410.52436/1.jishi.578Rasionalitas Kemandirian Lansia di Usia Senja (Studi Kasus Di Desa Kelindang Atas Kabupaten Bengkulu Tengah)
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/590
<p><em>Usia lanjut ditandai dengan penurunan kondisi fisik dan kognitif, yang mengindikasikan bahwa usia lanjut merupakan masa istirahat. Namun, lansia di Kabupaten Bengkulu Tengah tetap mempertahankan kemandiriannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan sembilan informan lansia yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, survei sosiodemografi, observasi, dan dokumentasi sekunder. Analisis penelitian ini menggunakan pendekatan tematik untuk mengeksplorasi dinamika rasionalitas kemandirian lansia dari aspek agensi dan struktur. Hasil penelitian ini menyajikan rasionalitas yang kompleks dari keputusan lansia untuk tetap bekerja mulai dari aspek ekonomi, psikologis, sosial, dan budaya. Tekanan ekonomi dan ekspektasi keluarga membentuk pilihan lansia dari segi faktor struktural. Berdasarkan hal itu, lansia menunjukkan agensi dengan menegosiasikan kemandiriannya dalam keterbatasan ekonomi, fisik, dan sosial. Temuan menarik penelitian ini memperkaya pengetahuan tentang lansia sebagai subjek aktif dalam penentuan keputusan, bukan sebagai objek fasik dari struktur sosial. Implikasinya, program dan kebijakan pemberdayaan lansia perlu mempertimbangkan dimensi sosial, budaya, dan psikologis lansia, bukan hanya dimensi ekonomi.</em></p>Yudi ApriansyahRany Claudia
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-2361647110.52436/1.jishi.590Pentingnya Membentuk Kepribadian Pada Anak Dengan Pola Asuh Yang Baik
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/420
<p><em>Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor paling dominan dalam membentuk kepribadian dan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pentingnya pola asuh dalam membentuk kepribadian anak serta mengidentifikasi tipe pola asuh yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 15 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert empat tingkat dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki persepsi yang sangat positif terhadap peran pola asuh, dengan rata-rata skor keseluruhan 4,21 dari skala 1–5. Dimensi keterlibatan emosional orang tua memperoleh skor tertinggi (4,40), sedangkan dimensi pemberian batasan dan aturan memperoleh skor terendah (4,13). Ditinjau dari tipe pola asuh yang diterapkan, mayoritas responden menerapkan pola asuh demokratis (authoritative) sebesar 60,0%, diikuti otoriter (20,0%), permisif (13,3%), dan lalai (6,7%). Temuan ini mengindikasikan adanya kesadaran yang cukup baik di kalangan orang tua mengenai pentingnya pola asuh, meskipun masih terdapat sebagian kecil yang menerapkan pola asuh kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan demi terwujudnya perkembangan kepribadian anak yang optimal.</em></p>Nismaharani NismaharaniSyarifuddin SyarifuddinSani Safitri
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-23611810.52436/1.jishi.420Pengaruh Manajemen Waktu terhadap Produktivitas Mahasiswa Pengguna Media Sosial di Universitas Yatsi Madani
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/552
<p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh manajemen waktu terhadap produktivitas pengguna mahasiswa media sosial di Universitas Yatsi Madani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknologi dan Bisnis Universitas Yatsi Madani tahun akademik 2024/2025 yang berjumlah 30 responden menggunakan pengambilan sampel melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel manajemen waktu dan penggunaan media sosial mahasiswa berada dalam kategori cukup tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu yang baik sangat penting bagi produktivitas mahasiswa, meskipun penggunaan media sosial yang tinggi dan tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber gangguan. Oleh karena itu, kemampuan mahasiswa untuk mengelola waktu dan mengontrol penggunaan media sosial mereka tetap menjadi hal yang mendasar untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas akademik mahasiswa di era digital</em></p>Nur Laili Fatimatuz ZahroNur Aida PashaIkhwa AkhwaliaAmelia Puji Astuti
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-2361250256Penerapan Applied Behavior Analysis untuk Pertumbuhan Inklusif Anak dengan Profil Perkembangan Beragam
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/581
<p><em>Tingginya angka anak dengan gangguan perkembangan menuntut adanya intervensi yang mampu mendukung pertumbuhan inklusif secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik penerapan terapi applied behavior analysis dalam memfasilitasi perkembangan anak dengan karakteristik profil yang beragam. Penelitian dilaksanakan di Pusat Tumbuh Kembang Anak Mighty Kids Surabaya dengan dua terapis sebagai informan utama yang menangani lima anak berusia 3–5 tahun, mencakup kondisi autisme, ADHD, keterlambatan bicara, gangguan sosioemosional, dan global developmental delay. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung selama empat bulan terhadap sesi terapi, serta telaah dokumentasi perkembangan anak dan catatan asesmen awal. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi sumber untuk menelusuri pola perubahan perilaku, dinamika respons anak, serta faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas penerapan applied behavior analysis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa applied behavior analysis berkontribusi pada peningkatan kemampuan sosial, komunikasi, dan kemandirian anak, meskipun hasilnya berbeda antar individu sesuai karakteristik dan intensitas pendampingan. Implikasinya menekankan perlunya peningkatan kompetensi profesional terapis serta kolaborasi berkelanjutan antara tenaga ahli, orang tua, dan lembaga pendidikan guna mengoptimalkan layanan terapi berbasis applied behavior analysis dalam konteks perkembangan inklusif di Indonesia.</em></p>Nabila CahyaningrumRiza Noviana KhoirunnisaStephanie HartantoFatimatuz ZahroInayah Vina Larasati
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-2361455410.52436/1.jishi.581Self-control dan Fear of Missing Out (FOMO) sebagai Prediktor Nomophobia pada Dewasa Awal
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/595
<p><em>Penggunaan smartphone yang semakin tinggi pada dewasa awal dapat memunculkan kecemasan ketika individu tidak dapat terhubung dengan perangkat digital atau internet yang dikenal sebagai nomophobia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi self-control dan fear of missing out (FOMO) terhadap nomophobia pada dewasa awal pengguna smartphone di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 153 individu dewasa awal pengguna smartphone di Indonesia yang diperoleh menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-control, fear of missing out (FOMO), dan nomophobia. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-control dan fear of missing out (FOMO) secara simultan berkontribusi signifikan terhadap nomophobia (F = 34,8; p < 0,001). Secara parsial, FOMO berkontribusi positif dan signifikan terhadap nomophobia, sedangkan self-control tidak signifikan. Nilai R² sebesar 31,7% menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 31,7% variasi nomophobia. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan nomophobia perlu difokuskan pada pengelolaan fear of missing out (FOMO) dan penggunaan media sosial yang lebih adaptif.</em></p>Abdi EriantoRahayu Farida
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-2361728210.52436/1.jishi.595Dampak Media Sosial terhadap Pola Tidur Remaja: Sebuah Tinjauan Korelasional di Perkotaan
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/514
<p><em>Studi ini bertujuan menguji dampak durasi penggunaan media sosial (screen time) terhadap kualitas tidur remaja di Jakarta Barat, dengan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebagai instrumen utama dan menguji peran mediasi Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian ini penting mengingat tingginya penetrasi internet di perkotaan dan meningkatnya keluhan gangguan tidur pada remaja. Pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional diterapkan pada 100 pelajar SMA yang dipilih secara purposif dari 5 sekolah di Jakarta Barat. Berdasarkan kerangka teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R), data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup skala screen time, PSQI, dan skala FOMO. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan analisis mediasi PROCESS Macro. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata screen time media sosial mencapai 4,8 jam per hari, dengan 65% partisipan mengalami kualitas tidur dalam kategori buruk. Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara screen time dan penurunan mutu tidur (r? = 0,65; p < 0,001). Analisis mediasi mengkonfirmasi bahwa FOMO berperan sebagai mediator parsial (indirect effect = 0,18; 95% CI [0,11, 0,27]). Disimpulkan bahwa durasi penggunaan media sosial yang lebih lama berkorelasi dengan kualitas tidur yang lebih rendah pada remaja, yang sebagian dijelaskan oleh mekanisme FOMO. Rekomendasi meliputi pembatasan waktu layar, edukasi kebersihan tidur, serta intervensi psikologis untuk menurunkan kecemasan sosial berbasis FOMO.</em></p>Nurohmat NurohmatDian DianRewindinar Rewindinar
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-236191510.52436/1.jishi.514Analisis Pemanfaatan TIK oleh Generasi Z di SMAK St. Gabriel Maumere untuk Meningkatkan Prestasi Belajar
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/570
<p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh generasi Z di SMAK St. Gabriel Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Data-data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, baik secara numerik untuk data kuantitatif maupun tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa di SMAK St. Gabriel Maumere memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi dalam penggunaan TIK sebagai bagian dari rutinitas belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden menjawab bahwa mereka menggunakan handphone untuk kegiatan belajar dan hanya 25 yang menggunakan juga laptop. Setiap harinya mereka menggunakan perangkat tersebut kurang lebih 3 sampai 12 jam per hari. Aplikasi dan platform yang digunakan antara lain Google, YouTube, dan ChatGPT/AI, dengan tingkat penggunaan mencapai sekitar 80% dari total responden. Semua responden (100%) mengakui bahwa mereka menggunakan TIK untuk mendukung kegiatan belajar yang secara dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh generasi Z di SMAK St. Gabriel Maumere memberikan dampak positif terhadap motivasi, minat, dan kemandirian belajar siswa. Namun, manfaat tersebut baru dapat dioptimalkan apabila disertai dengan pengelolaan yang bijaksana, dukungan infrastruktur, dan bimbingan yang berkelanjutan dari pihak sekolah serta guru.</em></p>Kristianto Ratu Marius NabenAgustinus Albertho MahingJefrianus PetongBernadius Baran
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-2361253410.52436/1.jishi.570JPO Sarinah-Thamrin: Bongkar Pasang Kebijakan Antar Gubernur DKI Jakarta
https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/588
<p><em>Penelitian ini mengeksplorasi dinamika modifikasi kebijakan pembangunan dan penghancuran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Sarinah–Thamrin sebagai cerminan dari perubahan kepemimpinan di DKI Jakarta. Fenomena perubahan kebijakan yang terus-menerus ini mencerminkan adanya inkonsistensi dalam pengelolaan infrastruktur publik, yang berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran, kepastian dalam perencanaan kota, serta kenyamanan warga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis elemen-elemen yang mempengaruhi perubahan kebijakan serta dampaknya terhadap keberlangsungan kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, memanfaatkan data sekunder dari literatur akademis dan informasi media. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kasus JPO Sarinah–Thamrin sebagai representasi hubungan antara pergantian kepemimpinan daerah dan keberlanjutan kebijakan infrastruktur perkotaan, yang masih jarang dikaji dalam studi kebijakan publik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kebijakan sangat dipengaruhi oleh preferensi dan visi politik dari masing-masing pemimpin, sehingga kebijakan tersebut belum terinternalisasi dengan baik. Situasi ini mengarah pada ketidakberlangsungan kebijakan, inefisiensi dalam penggunaan anggaran, serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh sebab itu, perlu adanya perencanaan kebijakan yang lebih konsisten dan berorientasi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur publik.</em></p>Ameilya Az-ZahraCanda Della Agustia DisyFadiyah Salsabila PutriHayfa Nadira AndriansyahMohammad Rayhan HidayatNabila Amelia Putri SahiraNathasha AurelliaPutri SalsadilaAbdul Ghofur
Hak Cipta (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-232026-07-2361556310.52436/1.jishi.588