Ketimpangan Gender dalam Film The Stoning of Soraya M.: Kajian Semiotika Roland Barthes

Penulis

  • Ahmad Ardiyanto Wijaya Prodi Magister Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Indonesia
  • Jarot Wahyudi Prodi Magister Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jishi.365

Kata Kunci:

Ketidakadilan Gender, Perempuan Iran, Revolusi Iran

Abstrak

Revolusi Iran 1979 membawa perubahan besar terhadap posisi perempuan melalui penerapan hukum agama yang menguatkan struktur patriarki dalam kehidupan sosial, politik, dan keluarga. Pembatasan ini memunculkan kritik luas, salah satunya melalui film The Stoning of Soraya M. yang merepresentasikan ketidakadilan gender melalui simbol visual dan naratif. Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk kritik terhadap ketimpangan gender yang dikodekan dalam film tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan dengan menelaah makna denotatif dan konotatif pada berbagai tanda dalam adegan serta karakter, kemudian mengidentifikasi mitos yang mengandung pesan kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memuat kritik tajam terhadap penindasan perempuan di Iran, terutama terkait hilangnya ruang kebebasan setelah tumbangnya rezim Shah dan ketidakadilan dalam penerapan hukum agama yang sarat bias kepentingan. Temuan tersebut menegaskan bahwa ketidakadilan gender masih berlangsung dan bahwa perlawanan simbolik terus muncul selama ketimpangan tetap bertahan.

Referensi

Agatha, E. F. (2019). Makna Ketidakadilan Gender Dalam Film The Stoning Of Soraya M. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Anam, M. C., Umam, F., & . A. (2022). PERAN PEREMPUAN DI IRAN PASCA REVOLUSI 1979 DALAM PERSPEKTIF SHIRIN EBADI. Mozaic: Islamic Studies Journal, 1(02), 35–48. https://doi.org/10.35719/mozaic.v1i02.1719

Fatonah, N., & Andrini, S. (2022). Budaya Patriarki Dalam Pembungkaman Perempuan Pada Film “ The Stoning Of Soraya M” (Kajian Komunikasi Gender). Journal of Feminism and Gender Studies, 2(1), 72. https://doi.org/10.19184/jfgs.v2i1.29477

Ida, R. (2022). Metode Penelitian Studi Media dan Kajian Budaya. Kencan.

Mikail, K. (2015). POLITIK DAN PEREMPUAN: Perjuangan Politik Perempuan di Iran Pasca Revolusi Islam 1979. ADDIN, 9(2). https://doi.org/10.21043/addin.v9i2.615

Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Harfa Creative.

Nawroh, V. (2014). Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Ghalia Indonesia.

Oktaviani, A., Harini, Y. N. A., & Triadi, R. B. (2024). Representasi Kritik Sosial dalam Film Sri Asih. Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 22–33. https://doi.org/10.17509/artikulasi.v4i1.68517

Rahmadani, F. (2019). Ketidakberdayaan Perempuan Dalam Film “The Stoning of Soraya” Karya Betsy Giffen Nowrasteh dan Cyrus Nowrasteh (Analisis Hermenutika Gadamer). IAIN Purwokerto.

Salim, V., & Sukendro, G. G. (2021). Representasi Kritik Sosial dalam Film Parasite (Analisis Semiotika Roland Barthes). Koneksi, 5(2), 381. https://doi.org/10.24912/kn.v5i2.10387

Sobur, A. (2006). Semiotika Komunikas. Remaja Rosdakarya.

Wijayanto, N. W., & Ulinnuha, R. (2023). Resistensi Perempuan Iran Terhadap Kebijakan Wajib Berhijab Pada Era Hassan Rouhani. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 21(2), 171–186. https://doi.org/10.14421/musawa.2022.2102.171-186

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-03-11

Cara Mengutip

Wijaya, A. A., & Wahyudi, J. (2026). Ketimpangan Gender dalam Film The Stoning of Soraya M.: Kajian Semiotika Roland Barthes. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, 5(2), 218-227. https://doi.org/10.52436/1.jishi.365